KUALA LUMPUR – Kementerian Pendidikan Malaysia secara resmi meliburkan sekolah di sejumlah wilayah termasuk Kuala Lumpur pada Jumat (9/10) menyusul kualitas udara yang kian memburuk akibat kabut asap. Langkah tegas ini diambil setelah indeks pencemaran udara mencapai level tidak sehat yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas batas. Penutupan institusi pendidikan ini bertujuan utama untuk melindungi kesehatan ribuan siswa dari risiko penyakit pernapasan akibat polusi udara yang menyelimuti kawasan tersebut.
Kondisi jerebu atau kabut asap yang semakin pekat membuat otoritas pendidikan setempat harus bertindak cepat guna mengantisipasi dampak jangka panjang bagi para pelajar. “Kami memprioritaskan keselamatan serta kesehatan para murid di atas segalanya karena indeks polusi udara telah mencapai level yang mengkhawatirkan bagi aktivitas luar ruangan,” ungkap juru bicara Kementerian Pendidikan Malaysia dalam keterangan resminya terkait kebijakan libur sekolah tersebut.
Selain penghentian aktivitas belajar mengajar, warga di wilayah terdampak juga diimbau untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan wajib menggunakan masker pelindung. Pemerintah Malaysia menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menentukan langkah strategis selanjutnya jika situasi udara belum menunjukkan tanda-tanda membaik dalam beberapa hari ke depan.

