BALIKPAPAN – Prof. Erma Suryani, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menekankan pentingnya hilirisasi inovasi drone karya mahasiswa agar tidak hanya berhenti di tahap riset atau kompetisi semata. Dalam agenda penguatan teknologi kedirgantaraan di Nusantara baru-baru ini, ia menantang para peneliti muda untuk mengubah hasil riset menjadi produk fungsional yang mampu diproduksi secara massal dan bersaing di pasar industri nasional guna mendukung kemandirian teknologi dalam negeri.
Menurut Prof. Erma, tantangan terbesar bagi perguruan tinggi saat ini adalah memastikan bahwa setiap inovasi yang diciptakan mahasiswa memiliki nilai guna jangka panjang dan dampak ekonomi yang nyata. “Hilirisasi menjadi salah satu tantangan penting agar produk riset mahasiswa tidak sekadar menjadi prototipe, melainkan dapat diproduksi secara massal dan digunakan oleh industri,” ungkap Prof. Erma Suryani saat memberikan arahan terkait pengembangan teknologi kampus.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi kedirgantaraan lokal, khususnya dalam memenuhi kebutuhan drone domestik yang terus meningkat di berbagai sektor. Dengan dukungan ekosistem riset yang terintegrasi, kampus di Kalimantan Timur ini optimis bahwa karya anak bangsa dapat bertransformasi dari sekadar objek penelitian menjadi solusi teknologi yang efisien, ekonomis, dan kompetitif di masa depan.

