MOSKOW – Jurnalis Wall Street Journal, Evan Gershkovich, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman traumatisnya selama menjalani masa tahanan 16 bulan di penjara Rusia dalam sebuah wawancara eksklusif. Gershkovich, yang ditangkap di Yekaterinburg pada Maret 2023 atas tuduhan spionase, akhirnya dibebaskan melalui pertukaran tahanan besar-besaran antara Amerika Serikat dan Rusia pada Agustus 2024. Dalam penjelasannya, ia merinci bagaimana tekanan psikologis dan isolasi di penjara Lefortovo menjadi ujian terberat bagi mental dan fisiknya.
Selama masa sulit tersebut, Gershkovich mengaku ada titik-titik nadir yang hampir menghancurkan keteguhan hatinya. Meskipun ia berusaha tetap tenang dengan membaca dan menulis surat, keheningan di dalam sel seringkali menjadi musuh utama yang sulit dikalahkan. “Ada saat-saat ketika Anda merasa kehilangan diri sendiri di tempat itu,” ungkap Gershkovich saat menggambarkan beban mental yang hingga kini masih ia rasakan meskipun telah kembali ke tanah air.
Kini, setelah kembali menghirup udara bebas, kisah Gershkovich menjadi simbol perjuangan kebebasan pers di kancah internasional. Dukungan luas dari rekan sejawat dan komunitas global diakuinya sebagai faktor kunci yang memberinya harapan di tengah ketidakpastian hukum di Rusia. Kasus ini juga mempertegas risiko besar yang dihadapi para jurnalis asing saat bertugas di wilayah-wilayah dengan tensi geopolitik yang tinggi.
