SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga hampir 30 persen selama periode 1 hingga 17 September 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur. Peningkatan signifikan ini dipicu oleh memburuknya kualitas udara yang disebabkan oleh paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, menjelaskan bahwa tren kenaikan ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan data pada bulan Agustus sebelumnya. Kondisi lingkungan yang tidak sehat membuat masyarakat lebih rentan terserang gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok usia rentan seperti anak-anak dan lansia. “Kalau kemarin Agustus masih landai, tren ISPA terpantau meningkat sejak 1-17 September 2026 ini akibat pengaruh cuaca dan kabut asap,” ujar Ismed Kusasih saat memberikan keterangan resmi terkait kondisi kesehatan warga.
Menanggapi situasi ini, pihak Dinkes mengimbau seluruh warga Samarinda untuk membatasi aktivitas di luar ruangan atau setidaknya menggunakan masker pelindung saat harus keluar rumah. Selain itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan konsumsi air putih dan menerapkan pola hidup sehat guna meminimalisir dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan paru-paru selama musim kemarau dan karhutla berlangsung.

