TERNATE – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Pemerintah Kota Ternate dan masyarakat setempat untuk menangani seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) betina yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Afe-Taduma, Maluku Utara, baru-baru ini. Mamalia laut dengan panjang mencapai 9,8 meter tersebut dievakuasi sesuai protokol penanganan mamalia terdampar untuk mencegah dampak lingkungan di area pantai tersebut.
Proses penanganan ini melibatkan tim teknis dari KKP guna memastikan bangkai paus tidak mencemari ekosistem pesisir dan pemukiman warga di sekitar lokasi kejadian. “Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat sesuai standar operasional prosedur yang berlaku bagi biota laut dilindungi,” ujar pihak KKP dalam keterangan resminya.
Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar yang turut membantu proses identifikasi dan pengamanan di lokasi. Penanganan bangkai paus sperma ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap mamalia laut yang terancam punah.
