KATHMANDU – Tim penyelamat dari Angkatan Darat Nepal saat ini tengah berjuang melakukan operasi pengeboran terowongan untuk menjangkau 900 pekerja yang dinyatakan hilang pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak lebih dari sehari yang lalu. Operasi penyelamatan intensif ini difokuskan pada area-area infrastruktur di Nepal yang terdampak parah demi menyelamatkan para korban yang terperangkap di bawah tanah akibat luapan air yang tiba-tiba.
Upaya evakuasi skala besar ini dipimpin langsung oleh militer dengan dukungan penuh dari kelompok industri serta tim penyelamat swasta. Medan yang sulit akibat timbunan material banjir dan lumpur menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan untuk menembus dinding-dinding akses yang menutup pintu masuk terowongan tempat para pekerja berlindung.
“Fokus utama kami saat ini adalah mempercepat proses pengeboran untuk mencapai para pekerja yang terperangkap secepat mungkin, mengingat waktu yang terus berjalan,” ujar seorang pejabat militer Nepal yang memimpin koordinasi di lokasi bencana. Pihak berwenang terus berpacu dengan waktu karena para pekerja telah terjebak selama lebih dari 24 jam tanpa pasokan logistik yang memadai di dalam terowongan tersebut.
Hingga saat ini, koordinasi antara pemerintah dan berbagai sektor swasta terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan alat berat di titik-titik krusial. Meski situasi di lokasi bencana masih sangat menantang, tim gabungan tetap optimis dapat segera membuka akses penyelamatan bagi ratusan pekerja yang masih terisolasi.
