BANJARBARU – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada pagi ini yang mengakibatkan jarak pandang kendaraan menurun drastis hingga memicu kemacetan lalu lintas yang parah. Fenomena ini tidak hanya menghambat mobilitas warga di jalan raya, tetapi juga mulai mengganggu operasional penerbangan di bandara setempat lantaran kualitas udara telah memasuki kategori berbahaya bagi kesehatan.
Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas memaksa para pengendara untuk ekstra waspada dan menyalakan lampu kendaraan di tengah pekatnya asap. “Jarak pandang pagi ini sangat pendek, hanya berkisar 50 hingga 100 meter, sehingga arus lalu lintas melambat signifikan dan menyebabkan antrean panjang kendaraan di beberapa titik utama,” ungkap salah seorang petugas di lapangan saat memantau situasi titik api.
Selain dampak transportasi, pemerintah daerah setempat kini mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan atau wajib menggunakan masker medis guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Upaya pemadaman titik api di area lahan gambut terus digencarkan oleh tim satgas gabungan untuk menekan penyebaran asap yang semakin meluas di wilayah Kalimantan Selatan.

