SAMPIT – Seekor orang utan dilaporkan masuk ke wilayah permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di kawasan tersebut. Satwa dilindungi ini terpaksa keluar dari habitat aslinya karena hutan tempat tinggal mereka terkepung kabut asap tebal dan kobaran api, sehingga memaksa mereka mencari tempat perlindungan baru yang lebih aman dari ancaman kebakaran.
Kondisi karhutla yang semakin parah di wilayah ini telah merusak ekosistem hutan secara signifikan, menyebabkan satwa liar kehilangan sumber pangan dan ruang gerak. Munculnya orang utan di area penduduk memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik antara manusia dan satwa, mengingat hewan tersebut tampak mengalami stres akibat kondisi udara yang buruk di lingkungan asal mereka.
Menanggapi kejadian ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis jika bertemu dengan satwa tersebut. “Kami meminta masyarakat segera melapor jika melihat ada orang utan yang masuk ke kebun atau permukiman agar tim bisa segera melakukan evakuasi dan translokasi ke tempat yang aman,” ujar salah satu petugas lapangan dari instansi terkait di Kalteng.
Saat ini, tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik api yang mengepung Kotawaringin Timur guna mencegah dampak kabut asap yang lebih luas. Upaya penyelamatan satwa liar juga terus disiagakan untuk memastikan keselamatan spesies endemik Kalimantan ini di tengah krisis kebakaran lahan yang masih berlangsung.

