GRAND FORKS – Dr. Dennis Lutz, yang menjabat sebagai ketua departemen OB-GYN di University of North Dakota (UND), kini menghadapi ancaman pemecatan setelah muncul gugatan hukum yang menuduhnya menggunakan spermanya sendiri untuk menghamili seorang pasien dalam prosedur kesuburan di Amerika Serikat. Kasus ini mencuat setelah penggugat menemukan bukti genetik yang mengejutkan, memicu tindakan tegas dari pihak universitas terhadap dokter senior tersebut di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Dalam dokumen pengadilan terbaru, Dr. Lutz dilaporkan tidak membantah klaim yang diajukan dalam gugatan tersebut, yang memperkuat posisi universitas untuk memutuskan hubungan kerja dengannya. Menanggapi skandal yang mencederai etika kedokteran ini, juru bicara institusi memberikan pernyataan tegas mengenai status kepegawaian sang dokter. “Pihak universitas bermaksud untuk memecat Dr. Dennis Lutz sehubungan dengan tuduhan serius yang diajukan dalam gugatan tersebut,” tulis pihak University of North Dakota dalam keterangan resminya.
Kasus ini menambah daftar panjang dokter spesialis kesuburan yang melakukan praktik ilegal dengan menyalahgunakan materi genetik pribadi kepada pasien tanpa persetujuan. Investigasi lebih lanjut kini tengah dilakukan untuk meninjau kembali riwayat medis Lutz selama bertahun-tahun guna memastikan apakah ada korban lain yang mengalami insiden serupa. Saat ini, Dr. Lutz telah dibebastugaskan dari seluruh aktivitas akademik maupun klinis di universitas tersebut.
