BANTUL – Direktur PT Bina Tani Makmur, Budianto, secara resmi menyampaikan permohonan maaf didampingi pihak kepolisian di Bantul, Yogyakarta, terkait unggahan video viral yang menunjukkan seorang pria seolah-olah terbang diangkut oleh drone pertanian besar. Klarifikasi ini dilakukan setelah video tersebut memicu perdebatan publik mengenai keamanan penggunaan teknologi pesawat tanpa awak di sektor agrikultur yang belakangan tengah naik daun.
Budianto menegaskan bahwa aksi dalam video tersebut murni merupakan konten hiburan atau keisengan belaka, dan bukan merupakan praktik nyata maupun prosedur standar dalam penggunaan alat tersebut. Ia menyadari bahwa tindakan tersebut dapat memberikan persepsi yang salah bagi masyarakat mengenai fungsi utama drone penyemprot pestisida. “Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, video itu murni hanya konten iseng dan bukan praktik nyata yang kami anjurkan dalam penggunaan drone,” ujar Budianto saat memberikan keterangan kepada media.
Pihak kepolisian pun mengimbau kepada para pelaku usaha dan kreator konten agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, terutama yang melibatkan alat teknologi tinggi dengan risiko keselamatan besar. Meskipun penggunaan drone sangat didukung untuk efisiensi pertanian di Indonesia, faktor keamanan (safety) harus tetap menjadi prioritas utama. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar edukasi mengenai teknologi pertanian dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab tanpa mengabaikan standar keselamatan kerja.
