JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak para guru besar dan akademisi untuk terlibat aktif dalam program restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna mempercepat transformasi ekonomi nasional. Pernyataan strategis ini disampaikan Prasetyo di Jakarta usai menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri baru-baru ini sebagai langkah nyata untuk memastikan efisiensi aset negara dikelola secara profesional dan berbasis keilmuan.
Hingga saat ini, program transformasi perusahaan pelat merah tersebut telah menunjukkan progres yang sangat signifikan melalui penyederhanaan jumlah entitas. Sebanyak 240 unit BUMN telah berhasil digabungkan atau melalui proses merger untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan kompetitif di pasar global. Kolaborasi dengan pakar pendidikan diharapkan mampu menyempurnakan proses transisi menuju tata kelola investasi yang lebih modern.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa efisiensi yang dihasilkan melalui Danantara merupakan fondasi penting bagi kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan. “Hingga saat ini, sebanyak 240 BUMN telah digabungkan sebagai bagian dari program transformasi perusahaan pelat merah,” ujar Prasetyo Hadi saat menjelaskan capaian efisiensi yang telah diraih oleh pemerintah melalui mekanisme restrukturisasi tersebut.
Langkah melibatkan intelektual kampus ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam mengoptimalkan kontribusi BUMN terhadap APBN dan kesejahteraan rakyat. Dengan pengawasan dan masukan dari para guru besar, BPI Danantara diproyeksikan menjadi motor penggerak investasi yang kredibel sekaligus transparan dalam mengelola kekayaan negara secara berkelanjutan.

