DILI – Pemerintah Timor Leste resmi menetapkan masa berkabung nasional selama satu pekan mulai Senin (22/1) di Dili, guna memberikan penghormatan terakhir atas wafatnya mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres. Keputusan ini diambil sebagai bentuk duka mendalam bagi seluruh rakyat Timor Leste atas berpulangnya salah satu tokoh pejuang kemerdekaan yang paling berpengaruh di negara tersebut.
Selama periode berkabung, seluruh instansi pemerintah dan gedung-gedung kenegaraan diwajibkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol penghormatan. Francisco Lu Olo Guterres, yang menjabat sebagai Presiden Timor Leste periode 2017-2022, dikenal luas sebagai pemimpin yang gigih dalam mempertahankan kedaulatan serta memperjuangkan stabilitas politik di negaranya.
Perwakilan resmi pemerintah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kehilangan sosok negarawan besar ini. “Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah mengabdikan seluruh hidup demi kebebasan dan persatuan rakyat Timor Leste,” ungkap juru bicara pemerintah dalam pernyataan resminya kepada media.

