BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang secara resmi menginisiasi program ‘Smartani Goes to School’ di berbagai satuan pendidikan di Bontang sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di wilayah industri Kalimantan Timur. Program yang digagas oleh Kepala DKP3 Bontang, H. Ahmad Aznem, SE., M.Si., ini bertujuan mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan praktik agrikultur dan pendekatan neurosains guna membentuk karakter serta kecerdasan anak sejak dini di tengah dinamika ekonomi daerah.
H. Ahmad Aznem menjelaskan bahwa meskipun Bontang memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang tinggi, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah tetap menjadi tantangan ekologis yang harus diantisipasi. Melalui program ini, siswa diajak untuk lebih dekat dengan ekosistem pangan demi menciptakan kemandirian jangka panjang. “Smartani Goes to School hadir sebagai solusi integratif untuk membangun kedekatan emosional anak dengan sumber pangannya sekaligus merangsang perkembangan otak melalui aktivitas agrikultur yang terukur,” ungkap Aznem.
Selain fokus pada aspek ketersediaan pangan, keunggulan program ini terletak pada pemanfaatan prinsip neurosains untuk menstimulasi fungsi kognitif anak melalui pengalaman sensorik di alam. Aktivitas berkebun dan bertani di sekolah diharapkan mampu meningkatkan daya konsentrasi serta empati siswa terhadap lingkungan. DKP3 Bontang optimis inovasi ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap kedaulatan pangan nasional.

