WASHINGTON – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, secara resmi mengajak negara-negara sekutu anggota G7 untuk mengambil langkah lebih tegas dengan membekukan seluruh sumber keuangan Iran dalam pertemuan koordinasi di Washington baru-baru ini. Langkah diplomasi ini diambil guna mempersempit ruang gerak ekonomi Teheran sebagai respons atas aktivitas geopolitik yang dianggap mengancam stabilitas internasional. AS menekankan pentingnya kesatuan negara-negara maju dalam mengimplementasikan sanksi ekonomi yang lebih ketat guna memberikan dampak signifikan terhadap pendanaan rezim tersebut.
Dalam seruannya, Scott Bessent menegaskan bahwa koordinasi global sangat diperlukan untuk memastikan sanksi yang diberikan tidak memiliki celah bagi transaksi ilegal. Ia menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap jalur perdagangan dan sistem perbankan internasional yang selama ini diduga masih dimanfaatkan oleh Iran. “Kita harus bersatu untuk memastikan bahwa setiap sen yang digunakan untuk membiayai ketidakstabilan global melalui sumber keuangan Iran segera dibekukan melalui kerja sama G7 yang lebih kuat,” ujar Bessent dalam pernyataan resminya kepada media.
Hingga saat ini, negara-negara anggota G7 dikabarkan tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap proposal sanksi yang diajukan oleh AS tersebut. Langkah ini diprediksi akan meningkatkan tensi diplomatik di kawasan Timur Tengah sekaligus memberikan tekanan baru bagi sektor ekspor energi Iran. Jika disepakati, kebijakan pembekuan aset tambahan ini akan memperluas cakupan pembatasan finansial yang telah ada sebelumnya dan memperketat pengawasan arus kas di pasar global.

