JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengecam keras tindakan militer Israel yang menangkap ratusan aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla, termasuk dua jurnalis asal Indonesia, saat mereka menjalankan misi bantuan menuju Jalur Gaza baru-baru ini. Penangkapan yang terjadi di wilayah perairan internasional tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi nyata terhadap gerakan kemanusiaan global yang berupaya menembus blokade demi menyalurkan bantuan logistik kepada warga sipil Palestina.
Pihak MUI menganggap aksi represif tersebut menunjukkan kepanikan Israel dalam menghadapi tekanan opini publik internasional. “Tindakan penangkapan ini merupakan bentuk nyata ketakutan Israel terhadap gerakan kemanusiaan global yang terus menyuarakan keadilan bagi Palestina,” ujar perwakilan MUI dalam keterangan resminya. Mereka mendesak organisasi internasional dan pemerintah dunia untuk segera bertindak memastikan keselamatan serta kebebasan para relawan yang ditahan.
Insiden ini menambah ketegangan di wilayah tersebut, terutama dengan keterlibatan awak media Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Pemerintah Indonesia diharapkan segera mengambil langkah diplomasi yang tegas melalui Kementerian Luar Negeri untuk melindungi warga negaranya. Misi Global Sumud Flotilla sendiri merupakan koalisi lintas negara yang bertujuan mengirimkan obat-obatan dan kebutuhan pokok untuk meringankan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza.

