JAKARTA – Kota Jakarta kini tengah menghadapi ancaman suhu ekstrem yang diprediksi dapat mencapai 43 derajat Celcius akibat kombinasi cuaca panas yang berlanjut dan fenomena Urban Heat Island (UHI). Kondisi yang menyelimuti wilayah ibu kota belakangan ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah demi meminimalisir dampak kesehatan serta penurunan kualitas hidup akibat paparan panas yang berlebihan.
Fenomena Urban Heat Island menjadi faktor utama yang memperburuk situasi, di mana material bangunan seperti beton dan aspal menyerap panas lebih banyak dibandingkan area hijau. Kurangnya ruang terbuka hijau serta tingginya aktivitas transportasi di Jakarta menyebabkan suhu udara di pusat kota tetap tinggi, bahkan saat malam hari, karena panas yang terperangkap tidak dapat terlepas dengan cepat ke atmosfer.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, diperlukan langkah mitigasi tata kota yang lebih luas dan terintegrasi untuk mendinginkan suhu lingkungan. “Jakarta saat ini menghadapi tantangan serius akibat fenomena Urban Heat Island yang membuat suhu terasa jauh lebih panas dari biasanya, sehingga butuh strategi mitigasi yang lebih masif untuk jangka panjang,” ujar ahli meteorologi dalam keterangannya mengenai perubahan iklim perkotaan.

