BANDUNG – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan transformasi besar Balai Latihan Kerja (BLK) di Bandung yang kini tidak hanya sekadar tempat pelatihan kerja, melainkan juga berfungsi sebagai inkubator bisnis untuk menjawab tantangan dunia kerja yang dinamis. Langkah strategis ini diambil oleh Kementerian Ketenagakerjaan guna mengoptimalkan peran BLK sebagai jembatan antara pencari kerja dengan kebutuhan industri modern melalui pengembangan talenta yang lebih komprehensif.
Transformasi ini mencakup penyediaan fasilitas yang lebih modern, termasuk penguatan fungsi BLK sebagai klinik produktivitas dan pusat inovasi bagi para peserta didik. Menaker Yassierli menjelaskan bahwa perubahan paradigma ini sangat penting agar para lulusan BLK memiliki daya saing tinggi dan mampu menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.
“Balai Latihan Kerja kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan kerja, tetapi juga dikembangkan menjadi inkubator bisnis, klinik produktivitas, dan pusat pengembangan talenta,” ujar Yassierli dalam pernyataannya terkait optimalisasi fungsi lembaga pelatihan tersebut. Dengan visi baru ini, Kemnaker berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kerja yang produktif, adaptif, dan siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

