JAKARTA – Ketua RW di Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan dengan mengolah sampah plastik dan styrofoam menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis bensin dan solar secara mandiri pada pekan ini. Langkah inovatif tersebut diambil sebagai solusi untuk menekan volume timbulan sampah plastik yang kian membebani wilayah Jakarta sekaligus menciptakan energi terbarukan dari limbah rumah tangga.
Proses pengolahan ini memanfaatkan teknologi sederhana yang mampu mengubah limbah padat yang sulit terurai menjadi cairan bahan bakar siap guna melalui sistem penyulingan. Inisiatif ini bermula dari keprihatinan warga terhadap penumpukan sampah di lingkungan sekitar yang selama ini tidak terkelola dengan maksimal. “Kami berupaya mengolah sampah yang tidak laku dijual agar tetap bermanfaat, sehingga limbah plastik ini tidak hanya menumpuk di TPA tetapi bisa kembali menjadi energi yang berguna bagi operasional warga,” ujar sang Ketua RW saat menjelaskan cara kerja alat tersebut.
Hingga saat ini, hasil olahan sampah plastik tersebut telah dimanfaatkan untuk kebutuhan terbatas, seperti bahan bakar mesin pemotong rumput dan kendaraan operasional lingkungan. Melalui keberhasilan program mandiri di Setiabudi ini, warga berharap metode pengolahan limbah serupa dapat diadopsi lebih luas oleh masyarakat Jakarta guna mewujudkan kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

