BEIJING – Sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Tiongkok baru-baru ini meluncurkan inovasi mutakhir berupa sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membasmi nyamuk di Beijing dengan memanfaatkan sensor LiDAR yang biasanya digunakan pada mobil otonom. Teknologi canggih ini dirancang untuk melacak dan menghancurkan target terbang yang sangat kecil secara presisi guna mengatasi gangguan hama sekaligus meminimalisir risiko penyebaran penyakit di lingkungan padat penduduk.
Sistem ini bekerja dengan memindai ruangan secara intensif untuk membedakan antara serangga dan objek lain di sekitarnya. Melalui pemrosesan data yang cepat, perangkat ini mampu mengunci posisi nyamuk sambil secara otomatis menghindari kontak dengan manusia, hewan peliharaan, maupun permukaan reflektif yang sensitif. “Kami memanfaatkan sensor canggih yang awalnya dikembangkan untuk navigasi kendaraan tanpa pengemudi guna mengunci target kecil yang terbang dengan kecepatan tinggi secara akurat,” ujar perwakilan pengembang sistem tersebut.
Penggunaan AI dalam perang melawan nyamuk ini menandai babak baru dalam efisiensi pengendalian hama perkotaan yang lebih modern dan tanpa bahan kimia. Dengan tingkat akurasi yang tinggi, inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menekan angka kasus penyakit menular seperti demam berdarah dan malaria di masa depan.
