AMMAN – Raja Abdullah II secara resmi menginstruksikan aparat keamanan Yordania untuk mengambil tindakan tegas dan tanpa kompromi pasca-serangan bersenjata berdarah di sebuah gereja yang menewaskan sembilan orang serta melukai 40 lainnya pada awal pekan ini di Yordania. Langkah cepat ini diambil guna menjamin stabilitas keamanan nasional dan memberikan keadilan bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan akibat aksi kekerasan brutal tersebut.
Pihak kerajaan menekankan bahwa segala bentuk terorisme yang menyasar tempat ibadah tidak akan ditoleransi karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kerukunan umat beragama di negara tersebut. “Kami tidak akan membiarkan siapa pun mengancam keamanan rakyat kami dan kesucian tempat ibadah kami, serta akan menindak keras para pelaku,” tegas Raja Abdullah II dalam pernyataan resminya di hadapan jajaran otoritas keamanan.
Saat ini, otoritas keamanan Yordania telah meningkatkan status kewaspadaan di seluruh titik vital negara untuk mencegah potensi serangan susulan. Investigasi intensif pun terus dilakukan guna mengungkap jaringan di balik tragedi ini, sementara komunitas internasional mulai menyampaikan belasungkawa serta dukungan penuh bagi pemerintah Yordania dalam memerangi ancaman terorisme global.

