GAZA – Militer Israel (IDF) mengklaim telah menewaskan Mohammed Awda, yang diidentifikasi sebagai komandan militer baru Hamas, melalui serangan udara strategis di Jalur Gaza guna melumpuhkan kekuatan pertahanan kelompok tersebut. Operasi militer yang berlangsung baru-baru ini menyasar lokasi persembunyian Awda, namun dilaporkan turut memakan korban sipil dengan tewasnya seorang wanita dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
Serangan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Israel untuk memutus rantai komando Hamas yang terus beregenerasi di tengah konflik yang memanas. Pihak militer menegaskan bahwa target mereka adalah individu-individu yang memiliki peran kunci dalam menggerakkan operasi perlawanan dari Gaza. “Kami akan terus menargetkan setiap elemen yang mengancam kedaulatan dan keamanan warga kami hingga struktur kepemimpinan mereka lumpuh sepenuhnya,” tegas juru bicara militer Israel dalam pernyataan resminya.
Klaim tewasnya Mohammed Awda ini menjadi pukulan telak bagi Hamas yang baru saja menyusun kembali kekuatan militernya di wilayah tersebut. Meskipun demikian, jatuhnya korban sipil dalam serangan ini kembali memicu kekhawatiran internasional terkait keselamatan warga non-kombatan di zona perang. Hingga saat ini, otoritas kesehatan di Gaza masih melakukan proses evakuasi dan perawatan intensif bagi para korban selamat yang terdampak reruntuhan bangunan akibat ledakan udara tersebut.

