JAKARTA – Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, memberikan evaluasi tegas terhadap performa Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang dinilai kurang maksimal dalam sejumlah turnamen internasional belakangan ini. Di tengah persaingan ketat di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Antonius menekankan bahwa pasangan muda ini harus segera melakukan adaptasi strategi agar mampu mendongkrak prestasi mereka di level yang lebih tinggi.
Kritik ini muncul setelah hasil pertandingan Raymond/Joaquin dianggap belum menunjukkan progres yang signifikan sesuai dengan target tim kepelatihan. Antonius melihat adanya kelemahan dalam konsistensi serta variasi serangan yang membuat lawan mudah mengantisipasi pergerakan mereka di lapangan. “Hasilnya memang kurang maksimal, jadi saya rasa Raymond dan Joaquin harus ada perubahan dalam pola main mereka agar lebih berani dan tidak monoton,” tegas Antonius saat memantau sesi latihan tim ganda putra.
Selain perubahan pola main, aspek mental dan ketenangan saat poin-poin krusial juga menjadi catatan penting bagi pasangan peringkat bawah Pelatnas ini. PBSI berharap evaluasi mendalam ini dapat memacu Raymond/Joaquin untuk tampil lebih kompetitif pada jadwal turnamen mendatang. Perubahan taktik diharapkan menjadi kunci utama bagi mereka untuk meraih gelar juara dan memperbaiki posisi di peringkat dunia BWF.

