SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi Desa Budaya Pampang menjadi kawasan Green Village berbasis wisata edukasi dan digital pada Jumat (25/10/2024). Langkah strategis ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata lokal di Samarinda Utara dengan mengintegrasikan kearifan lokal suku Dayak dengan teknologi modern serta kelestarian lingkungan.
Saefuddin Zuhri menekankan bahwa pengembangan ini bertujuan agar Desa Budaya Pampang tidak hanya menjadi destinasi hiburan, tetapi juga pusat pembelajaran bagi masyarakat luas. “Kami ingin Desa Budaya Pampang bertransformasi menjadi pusat edukasi yang melek digital namun tetap mempertahankan kearifan lokalnya sebagai Green Village,” ujarnya menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata daerah.
Rencana pengembangan ini mencakup digitalisasi informasi sejarah dan budaya guna memudahkan akses wisatawan, serta penerapan konsep ramah lingkungan di seluruh area desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal, Pemkot Samarinda optimis perubahan status menjadi kawasan edukasi digital ini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif warga setempat.

