CALIFORNIA – Johnny Itliong, putra dari tokoh buruh terkemuka Larry Itliong, saat ini tengah gencar melakukan upaya restorasi sejarah di California, Amerika Serikat, untuk mengembalikan pengakuan atas jasa ayahnya dalam gerakan hak sipil buruh tani. Langkah ini diambil setelah bertahun-tahun ia merasa kontribusi besar sang ayah telah dibayangi dan diklaim secara tidak adil oleh sosok Cesar Chavez dalam narasi publik pergerakan buruh.
Selama ini, sejarah arus utama lebih sering menonjolkan Cesar Chavez sebagai pemimpin tunggal, padahal pemogokan anggur Delano yang fenomenal pada tahun 1965 dimulai oleh pekerja keturunan Filipina di bawah pimpinan Larry Itliong. Johnny berupaya meluruskan fakta sejarah tersebut agar generasi mendatang memahami peran krusial komunitas Filipina-Amerika dalam memperjuangkan upah layak dan kondisi kerja yang manusiawi di Amerika Serikat.
Dalam upayanya mengoreksi catatan sejarah yang dianggap bias, Johnny memberikan pernyataan tegas mengenai ketidakadilan yang menimpa mendiang ayahnya. “Cesar Chavez mencuri kredit dari ayah saya,” ungkap Johnny Itliong saat menjelaskan alasan mengapa ia mendedikasikan hidupnya untuk memastikan warisan Larry Itliong tidak hilang ditelan zaman.
Kini, melalui berbagai edukasi dan advokasi, Johnny berharap publik dapat melihat gambaran yang lebih utuh mengenai perjuangan buruh tani. Ia ingin memastikan bahwa nama Larry Itliong diakui sebagai pionir aktivisme yang setara dan memiliki pengaruh besar dalam perubahan kebijakan tenaga kerja di Amerika Serikat.
