EL PASO – Pemerintah Amerika Serikat melalui Immigration and Customs Enforcement (ICE) dilaporkan telah menyia-nyiakan anggaran hingga jutaan dolar akibat pembukaan pusat detensi Camp East Montana di El Paso, Texas, yang dilakukan secara terburu-buru sejak tahun lalu. Fasilitas yang awalnya dibangun untuk mendukung kampanye deportasi massal di era pemerintahan Donald Trump ini kini menuai kritik tajam setelah laporan terbaru menunjukkan adanya kegagalan manajemen dan risiko keselamatan yang fatal bagi para tahanan di tengah ambisi politik yang dipaksakan.
Laporan tersebut menyoroti bagaimana ketergesaan dalam mengoperasikan pusat detensi terbesar ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara yang masif, tetapi juga mengabaikan standar kemanusiaan yang mendasar. Sejak resmi beroperasi, tercatat sedikitnya tiga orang tahanan telah meninggal dunia di dalam fasilitas tersebut, yang memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai organisasi hak asasi manusia mengenai prosedur kesehatan dan pengawasan di lingkungan kamp.
Menanggapi temuan pemborosan dan kondisi kerja yang buruk tersebut, seorang narasumber dari lembaga pengawas menyatakan bahwa efisiensi operasional telah dikesampingkan demi mengejar tenggat waktu pembukaan. “Pembukaan fasilitas ini yang tergesa-gesa menunjukkan prioritas yang salah, di mana anggaran publik dihamburkan tanpa jaminan keselamatan yang memadai bagi para penghuninya,” ungkap laporan tersebut dalam pernyataannya. Saat ini, tekanan publik terus meningkat agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap operasional Camp East Montana guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
